Wajib Masuk Playlist, 7 Lagu Bertema Lingkungan yang Enak Didengar
Share on facebook
Share on twitter
Share on email

Musik menjadi salah satu hal yang sangat umum ada di lingkungan masyarakat. Terdapat jutaan karya musik dari seluruh dunia yang menyampaikan bermacam hal, mulai dari hal-hal personal seperti permasalahan hidup, percintaan, hingga masalah sosial hingga lingkungan hidup.

Bicara soal lingkungan hidup dan musik, apa Anda pernah mendengarkan lagu-lagu yang menyampaikan keresahan penulis lagu karena lingkungan alam yang semakin memburuk? Berikut ulasan sejumlah lagu yang barangkali cocok dengan selera musik Anda!

  1. Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi – Iwan Fals

Siapa yang tidak kenal Iwan Fals? Salah satu musisi legendaris tanah air ini terkenal dengan balada-baladanya yang sangat “merakyat”. Tidak hanya itu, ia tidak segan-segan mengkritik pemerintah dengan lantang  melalui karya-karyanya.

Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi merupakan salah satu karya Iwan Fals yang tentu saja mengarah langsung kepada pemerintah serta oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang hanya memikirkan kekayan pribadi dan merusak lingkungan. Dalam lagu ia menyebutkan dengan jelas akibat dari kerakusan manusia yang menyebabkan kerusakan alam seperti bencana erosi dan banjir.

  1. Down To Earth – Peter Gabriel

Pernahkah Anda menonton film Disney Pixar berjudul Wall-E? Film ini bercerita tentang sebuah robot di masa depan yang bekerja mengurus sampah di planet bumi. Pada masa itu, bumi tidak lagi ditinggali manusia, yang ada hanyalah Wall-E dan seekor kecoa. Down To Earth adalah lagu penutup pada film animasi ini.

Film Wall-E membuat kita berpikir apakah mungkin di masa depan nanti hal seperti itu dapat terjadi mengingat begitu banyaknya sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Seperti di film Wall-E, jumlah sampah akhirnya mengusir manusia dari bumi karena kadar racun yang sangat tinggi sampai tidak bisa ditinggali, dan bumi hanya dihuni oleh sebuah robot dan seekor kecoa kebal.

Dalam lagu terdapat lirik “All these rules don’t apply when you’re high in the sky, so come on down, come on down,” yang bermakna bahwa semua peraturan (mengenai menjaga lingkungan) tidak akan berlaku jika kau berada jauh diatas langit, maka turunlah, maka turunlah. Isu-isu lingkungan seperti sampah tidak akan terlihat jika para pemerintah hanya melihat dari kejauhan. Masalah sampah yang sebenarnya ada di lingkungan masyarakat kelas menengah ke bawah. Orang kelas atas tidak mungkin mau hidup berdampingan dengan sampah ketika mereka mampu memiliki kehidupan yang lebih bersih. Jadi, lihatlah ke bawah.

Selain itu banyak pesan-pesan lainnya yang tertuang dalam lagu Down To Earth-Peter Gabriel dan layak masuk ke dalam playlist Anda.

  1. Toxic Garbage Island – Gojira

Bagi Anda penggemar metalcore, Anda wajib mendengar lagu yang satu ini. Keresahan tentang alam yang sekarat yang biasanya dianggap sepele terasa sama dengan kekacauan perasaan akibat percintaan yang gagal, atau pemberontakan mental.

Melalui karyanya band asal dari Perancis ini menyadarkan kita bahwa kerusakan alam adalah hal yang serius dan harus segera ditanggapi. Dalam lagu ini, Gojira resah dengan lingkungan yang semakin hari semakin rusak, sampah plastik di laut, kebakaran, pembalakan liar, semua itu tertuang dalam lagu yang terdengar frustasi.

  1. World On Fire – Sarah McLachlan

Penyanyi dan penulis lagu asal Kanada, Sarah McLachlan juga ikut menyumbang karya yang dipersembahkan untuk lingkungan berjudul World On Fire dirilis tahun 1998. Lagu ini berisi tentang keresahan akan alam yang semakin rusak hingga tidak bisa diperbaiki lagi.

Lagu ini terdengar lembut dengan suara McLachlan yang khas. Bagi Anda yang menyukai genre pop yang santai dengan sedikit sentuhan gitar listrik, Anda wajib mendengar lagu yang satu ini.

  1. Imagine Dragons – Radioactive

Imagine Dragon selalu tampil dengan lagu-lagunya yang selalu terasa penuh makna dan dalam. Radioactive bercerita tentang alam yang sudah tidak rindang lagi. Salah satu kalimat dalam lagu berbunyi “I’m breathing in chemical” (Aku bernapas dalam zat kimia). Bagian tersebut menegaskan betapa rusaknya alam karena yang kita hirup adalah zat kimi dari pencemaran udara.

Lagu ini juga mengandung sindiran pada bait yang berbunyi:

I raise my flags, don my clothes
It’s a revolution, I suppose
We’ll paint it red to fit right in
Whoa

Kuangkat benderaku, kukenakan pakaianku

Ini adalah revolusi, kukira

Kita akan melukisnya dengan merah agar sesuai

Whoa

Interpretasi dari bait ini adalah sindiran bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan lagi untuk memperbaiki alam karena segala usaha tampak sia-sia dan tidak ada dukungan dari orang-orang berkuasa. Pencemaran tidak terkendali seakan menjadi revolusi baru dalam kehidupan. Warna merah dianggap sebagai simbol peperangan atau amarah, karena kita tidak cukup berdaya melawan besarnya jumlah kerusakan yang diakibatkan manusia.

  1. Ebiet G Ade – Berita Kepada Kawan

Ebiet G Ade selalu melahirkan karya-karya luar biasa dan terkenal. Tidak hanya musiknya yang berkualitas, nilai isi yang disampaikan dalam lagu-lagunya juga sangat berkualitas. Dimana ia banyak mengangkat tentang lingkungan hidup dan sosial. Lagu-lagunya yang juga multitafsir dan indah menambah nilai estetis dari karya musiknya.

Berita Kepada kawan bercerita tentang pencarian seseorang tentang kenapa dunia menjadi seperti ini? kesedihan melihat alam yang rusak sudah diungkapkan sejak bait pertama dalam lagu yang berbuyi: “Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk di sampingku kawan,” . Larik ini menyampaikan bahwa banyak yang ingin diceritakan mengenai alam yang sudah tidak asri lagi.

Bagian yang paling jelas tertuju pada semua orang adalah bait yang berbunyi:

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

 

Bagian ini mengajak kita unutk berintrospeksi diri. Kenali diri kita dan sadari kesalahan-kesalahan kita telah merusak alam. Bait ini dapat dimaknai bahwa bukan alam yang enggan bersahabat dengan manusia, namun kebiasaan manusia merusak alam menjadi bumerang bagi diri sendiri yang menimbulkan bencana alam. Seperti banjir yang diakibatkan oleh membuang sampah sembarangan atau tanah longsor yang diakibatkan oleh penebangan liar.

  1. Lil Dicky – Earth

Dalam lagu ini, Lil Dicky yang merupakan rapper berkolaborasi dengan banyak musisi-musisi terkenal, sebut saja Justin Bieber, Ariana Grande, Halsey, Zac Brown, Sia, Shawn Mendes, Ed Sheeran dan masih banyak lagi. Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan aktor terkenal yang juga aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio.

Video klip lagu ini dibuka dengan scene berita di tv Amerika mengenai kebakaran hutan dan pemanasan global. Kemudian dilanjutkan dengan seorang anak yang menemukan sebuah buku ajaib di tempat sampah. Melalui buku tersebut, Lil Dicky membawa penontonnya berkeliling dunia dengan nyanyian-nyanyian dari para musisi terkenal.

Lil Dicky mengajak masyarakat dunia untuk mencintai bumi karena bumi adalah rumah kita. Selain mencitai bumi, Lil Dicky juga menyampaikan agar tetap menjaga perdamaian karena kita hidup bersama di bumi. Peperangan hanya akan menjadi senjata makan tuan yang pada akhirnya juga akan menghancurkan diri sendiri.

Meskipun hampir seluruh bagian video klip dibuat dengan teknik animasi, tetap saja lagu versi asli tidak cocok untuk anak-anak. Produser lagu ini juga menyediakan versi anak-anak dengan lirik yang lebih baik. Lagu Earth versi aslinya memang ditujukan bagi orang dewasa karena pelaku pengrusakan lingkungan atau peperangan hanyalah orang dewasa. Lagu ini pantas masuk ke dalam paylist Anda karena value intrinsik dan ekstrinsiknya sangat bagus.

Beberapa lagu diatas hanyalah sederetan kecil dari banyaknya lagu bagus bertemakan lingkungan yang layak mendapat apresiasi dari masyarakat. Karya musik bertema lingkungan menjadi bukti bahwa meskipun pekerjaan sebagai musisi tidak ada sangkut pautnya dengan lingkungan, namun musisi dapat berperan langsung dalam kampanye cinta lingkungan.

“we love the earth, it is our planet

We love the earth, it is our home,” (*)

Blog
Staff members of EcoNusantara follow and share the dynamics in sustainable development and environmental and social responsibilities issues. The opinions and views presented here do not necessarily represent those of Eco Nusantara.
Related

Latest News