10 proyek dengan potensi kredit karbon

Dalam memerangi perubahan iklim, kredit karbon memainkan peran penting sebagai insentif keberlanjutan. Berikut adalah 10 proyek dengan potensi kredit karbon.

  1. Restorasi dan Penghijauan Mangrove

Pohon menyerap CO2, membuat proyek reboisasi berharga untuk penyerapan karbon.

  1. Pelestarian Lamun

Ekosistem pesisir adalah penyerap karbon alami, dan mengunci CO2 secara efisien.

  1. Limbah Pertanian menjadi Penyimpanan Karbon

Mengubah residu tanaman menjadi biochar mencegah emisi dari dekomposisi.

  1. Pembangkit Energi Terbarukan

Tenaga surya dan angin menggantikan bahan bakar fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca.

  1. Penangkapan Udara Langsung (DAC)

Mesin mengekstrak CO2 dari atmosfer dan simpan di bawah tanah secara permanen.

  1. Pertanian Regeneratif

Pertanian tanpa pengolahan tanah dan tanaman penutup meningkatkan penyimpanan karbon tanah.

  1. Kompor Memasak yang Efisien

Mengganti kompor pembakaran kayu mengurangi deforestasi dan emisi.

  1. Perlindungan Hutan (REDD+)

Mencegah deforestasi menjaga CO? terkunci di pohon. (Namun, beberapa kredit REDD+ telah menghadapi pengawasan.)

  1. Penangkapan Metana

Tempat pembuangan sampah, pertanian, dan tambang melepaskan metana—menangkapnya mencegah emisi 28x lebih kuat daripada CO2.

  1. Infrastruktur EV & Kendaraan Listrik

Mendukung adopsi EV mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi emisi transportasi.

Masing-masing proyek ini berkontribusi pada masa depan rendah karbon sambil memberikan insentif keuangan melalui kredit karbon.

Sumber: dari berbagai sumber

Ilustrasi: dikembangkan oleh AI dengan prompt yang sesuai

Artikel
EcoNusantara menghadirkan pengetahuan ahli dan pendekatan keterlibatan terkait untuk mendukung klien dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan solusi inovatif yang berkomitmen terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial. Bagian ini menyajikan dinamika terkini dari karya dan aktivitas yang kami lakukan.​
Terbaru