Dalam memerangi perubahan iklim, kredit karbon memainkan peran penting sebagai insentif keberlanjutan. Berikut adalah 10 proyek dengan potensi kredit karbon.

- Restorasi dan Penghijauan Mangrove
Pohon menyerap CO2, membuat proyek reboisasi berharga untuk penyerapan karbon.

- Pelestarian Lamun
Ekosistem pesisir adalah penyerap karbon alami, dan mengunci CO2 secara efisien.

- Limbah Pertanian menjadi Penyimpanan Karbon
Mengubah residu tanaman menjadi biochar mencegah emisi dari dekomposisi.

- Pembangkit Energi Terbarukan
Tenaga surya dan angin menggantikan bahan bakar fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca.

- Penangkapan Udara Langsung (DAC)
Mesin mengekstrak CO2 dari atmosfer dan simpan di bawah tanah secara permanen.

- Pertanian Regeneratif
Pertanian tanpa pengolahan tanah dan tanaman penutup meningkatkan penyimpanan karbon tanah.

- Kompor Memasak yang Efisien
Mengganti kompor pembakaran kayu mengurangi deforestasi dan emisi.

- Perlindungan Hutan (REDD+)
Mencegah deforestasi menjaga CO? terkunci di pohon. (Namun, beberapa kredit REDD+ telah menghadapi pengawasan.)

- Penangkapan Metana
Tempat pembuangan sampah, pertanian, dan tambang melepaskan metana—menangkapnya mencegah emisi 28x lebih kuat daripada CO2.

- Infrastruktur EV & Kendaraan Listrik
Mendukung adopsi EV mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi emisi transportasi.
Masing-masing proyek ini berkontribusi pada masa depan rendah karbon sambil memberikan insentif keuangan melalui kredit karbon.
Sumber: dari berbagai sumber
Ilustrasi: dikembangkan oleh AI dengan prompt yang sesuai