Penulis: EcoNusantara

Berbicara masalah tanah Papua selalu berasosiasi dengan pemahaman tentang kekayaan nusantara yang terpendam, keragaman hayati tak ternilai, sumber daya alam terbengkelai, pembangunan sumber daya manusia tertinggal. Masih banyak seabrek impresi lain yang bercampur-baur antara yang negatif dan positif. Impresi-impresi ini bahkan akan bertambah banyak jika diperbandingkan dengan pembangunan di pulau-pulau besar lainnya di Indonesia.

Dari kacamata positif, tak bisa dimungkiri tanah Papua adalah sumber budaya adiluhung, harmoni alam dan manusia yang patut diteladani. Setiap nadi kehidupan selalu dikaitkan dengan alam sebagai anugerah kehidupan yang selalu memberi berkah.

Lanjutkan Membaca

Permintaan dunia untuk minyak kelapa sawit semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan energi alternative dan bahan pangan sampai kosmetika. Bahkan media di Inggris menyebutkan bahwa 40-50 persen makanan dan produk rumah tangga di dunia barat berasal dari kelapa sawit.

Namun opini publik sudah terbentuk stigma bahwa kelapa sawit tetap dianggap berkontribusi banyak dalam deforestasi, perubahan iklim dan kematian puluhan ribu binatang  karena hutan banyak dibuka untuk perkebunan kelapa sawit. Opini semacam ini disebabkan metode produksi kelapa sawit masih banyak yang tidak menggunakan prinsip berkelanjutan. Maka harus diakui, terjadi transformasi permintaan pasar saat ini untuk mendapatkan produk berbahan kelapa sawit dari hasil produksi yang memenuhi syarat keberlanjutan.

Lanjutkan Membaca

Eco Nusantara

Jl. Haur Jaya 4 No. 54,
Kelurahan Kebon Pedes,
Kecamatan Tanah Sereal,
Bogor 16162, Indonesia

info@econusantara.org

Newsletter